Bupati Garut Lantik Tiga Kepala Desa PAW, Tekankan Pentingnya Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

Berita66 Dilihat

SINAR PRIANGAN  – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin melantik tiga kepala desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Selasa (14/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan agar para kepala desa tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk berhenti berkarya dan melayani masyarakat.

Ketiga kepala desa yang dilantik adalah Ropana sebagai Kepala Desa Mekarmukti, Kecamatan Talegong, Sunaryo sebagai Kepala Desa Sindangprabu, Kecamatan Wanaraja, serta Rahmat Hidayat sebagai Kepala Desa Wangunjaya, Kecamatan Bungbulang. Mereka akan melanjutkan roda pemerintahan desa setelah terpilih melalui mekanisme Pemilihan Antar Waktu (PAW).

Dalam sambutannya, Syakur menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, baik kepada masyarakat maupun secara moral.

“Ini bukan hal yang gampang, bukan sepele tapi hal yang sangat penting. Karena hari ini kita akan diminta pertanggungjawabannya nanti, baik di alam dunia maupun di yaumil akhir. Tentu saya berharap bahwa bapak-bapak bisa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” ujar Syakur.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi kepala desa saat ini tidak ringan. Di satu sisi, masyarakat memiliki harapan besar terhadap pembangunan dan pelayanan publik, sementara di sisi lain kemampuan keuangan pemerintah desa masih terbatas.

“Saya bisa membayangkan bagaimana beratnya sekarang menjadi kepala desa. Di satu sisi harapan masyarakat itu banyak sekali, keinginan banyak sekali, tetapi kondisi kita sangat terbatas,” katanya.

Meski demikian, Syakur menilai keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk tidak melakukan terobosan. Ia mendorong para kepala desa untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dan menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai modal pembangunan desa.

“Kita melakukan apa yang bisa dikerjakan, yang penting adalah memberdayakan masyarakat. Nah sekarang, itu kepala desa diuji untuk bisa lagi mengartikan rasa kesulitan tersebut menjadi rasa gotong royong. Bukan alasan kalau kami tidak punya duit maka kepala desa diam saja,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan seorang kepala desa tidak semata ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, melainkan juga kemampuan membangun kebersamaan, menggerakkan potensi warga, serta menghadirkan solusi di tengah berbagai keterbatasan.

Karena itu, Syakur berharap ketiga kepala desa yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat, terbuka terhadap aspirasi warga, serta mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan desa.(Bibie Bagja)