Tidak hanya itu, papar Rudy, pemerintah daerah bersama TNI Polri telah bersinergi menyelesaikan masalah nasional yaitu mengenai stunting, di mana di Kabupaten Garut sendiri terjadi penurunan signifikan angka prevalensi stunting dari 35,2% menjadi 23,6%.
Rudy mempertegas kembali, bahwa Kapolres Garut beserta jajarannya juga telah melakukan upaya dalam memberikan rasa aman serta optimisme kepada masyarakat bahwa Polri benar-benar memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Maka dari itu, ia mendoakan AKBP Rio Wahyu Anggoro agar bisa menjalankan tugas dengan baik tempat tugasnya yang baru di Kabupaten Bogor sebagai Kapolres Bogor nantinya.
“Saya yakin Bapak Rio beserta jajarannya akan mampu untuk menyelesaikan masalah-masalah yang diharapkan oleh pimpinan Polri,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Garut, AKBP Rio Wahyu Anggoro, menyampaikan bahwa 6 bulan merupakan waktu yang sangat luar biasa bagi dirinya sehingga dirinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Garut, khususnya dalam permasalahan premanisme. Kehadiran Polri, menurutnya, sangat dibutuhkan.
“Masyarakat membutuhkan kehadiran Polri yang selama ini memang harus kita lakukan, contoh dalam penegakkan hukum terkait dengan curat, curas, curanmor, dan premanisme yang memang saya sangat semangat sekali untuk membasmi,” ucapnya.





