Asrama Bina Siswa Cisarua Hampir Bubar, Alumni Turun Tangan Full Mengelola dan Membiayai

 

Bandung,Sinarpriangan News 

Asrama Bina Siswa yang didirikan oleh Gubernur Jawa Barat H.R. Nuriana pada tahun 1987 dan mulai beroperasi pada 1994 untuk menampung siswa jenjang SLTA yang tidak mampu tetapi berprestasi tinggi berasal dari seluruh Kabupaten/ Kota se-Jawa Barat merupakan program unggulan Pemerintah Jawa Barat dalam mencetak sumber daya manusia unggul berkualitas. Jumat 10 Mei 2024

Hingga saat ini Asrama Bina Siswa yang awalnya dikelola oleh Yayasan Darmaloka, telah mencetak 27 angkatan dengan segudang prestasi tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional dan internasional. Bahkan dari 1.704 orang alumninya telah lulus dari berbagai PTN/PTS terkemuka di Indonesia dan kini telah sukses di berbagai instansi pemerintah dan swasta baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Sejak pengelolaan Asrama Bina Siswa oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, justru mengalami kemandegan sampai terancam bubar. Mulai dari kewenangan yang tumpang tindih, penganggaran yang tidak sesuai regulasi, hingga kendala Penerimaan Peserta Didik Baru.

Tumpang tindih kewenangan yang terjadi adalah bahwa Asrama Bina Siswa Cisarua sejak awal didirikan memang merupakan lembaga sosial untuk panti anak percontohan tingkat SLTA di Jawa Barat yang seharusnya dikelola oleh Yayasan dan dibawah binaan Dinas Sosial, apalagi bangunannya berdiri pada lahan Kementerian Sosial. Tetapi saat ini asrama malah dikelola oleh Dinas Pendidikan yang kewenangannya adalah membina sekolah formal SMA/SMK.

Pantas saja, kode anggaran untuk permakananan dan fasilitas beasiswa hidup siswa tidak akan bisa dianggarkan oleh Dinas Pendidikan. Karena Disdik seharusnya hanya mengelola SMAN 1 Cisarua yang lokasinya bersebelahan dengan Asrama Bina Siswa Cisarua.

Anehnya, kenapa siswa Asrama Bina Siswa Cisarua sebagai lembaga sosial yang hanya menyekolahkan siswa binaannya di SMAN 1 Cisarua, tetapi Disdik serta merta ikut mengelola Asrama Bina Siswa? Maka hal ini perlu diluruskan, sehingga tidak lagi terjadi tumpang tindih kewenangan. Yang lebih parah lagi, SMAN 1 Cisarua malah justru menganggap asrama sebagai bagian dari sekolah sehingga ikut mengurusi teknis asrama yang sudah ada pengurusnya.

Selain itu, penerimaan siswa asrama di Asrama Bina Siswa Cisarua digabungkan PPDB-nya di SMAN 1 Cisarua, padahal sebelumnya hal tersebut mutlak kewenangan asrama. Ketika siswa telah lulus seleksi ketat di asrama berupa tes akademik, psikotest, kesehatan, dan wawancara selesai hingga ditetapkan sebagai siswa asrama, maka baru disekolahkan ke SMAN 1 Cisarua. Hal tersebut menyebabkan sudah dua tahun tidak lagi menerima siswa asrama.

Dengan beberapa permasalahan tersebut di atas, maka para alumni akhirnya turun tangan melakukan penyelamatan Asrama Bina Siswa dengan membantu pembiayaan siswa asrama yang tidak terbiayai oleh Disdik, hingga membentuk Yayasan Bina Siswa Madani sebagai badan hukum formal yang dapat melanjutkan pengelolaan Asrama Bina Siswa Cisarua selanjutnya.

Ditemui di kantornya, Ketua Yayasan Bina Siswa, M. Azizi Rois menyampaikan kesiapan para alumni untuk membiayai full siswa asrama baru di tahun pelajaran 2024/2025.

“Setelah kami bertemu dengan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat beberapa waktu lalu, Insyaallah kami para alumni siap berjuang untuk mempertahankan Asrama Bina Siswa ini. Kami telah membuka kembali Penerimaan Siswa Asrama Baru (PSAB) 2024/2025, dan kami telah menjalankan program Gerakan Alumni Seribu Sehari (GASS) untuk membiayai siswa asrama angkatan berikutnya.” Tandasnya

 

Pewarta:

Cucu alli