Gebyar Literasi Bersama TBM Saung Diskusi

Berita, Pendidikan, Sosial540 Dilihat

Garut, Sinarpriangan News– (12-10-2024) Dalam rangka Penguatan Komunitas Penggerak Literasi, TBM Saung Diskusi menggelar acara Workshop Pengelolaan Komunitas Penggerak Literasi di Kecamatan Pakenjeng

Komunitas Penggerak Literasi TBM Saung Diskusi berperan penting dalam membangun masyarakat cerdas juga berperan aktif mendukung program pemerintah dalam upaya mencerdaskan kehidupan Bangsa.

Acara ini dihadiri 50 peserta dari Komunitas Literasi, Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Desa.

Tbm Saung Diskusi hadir di tengah-tengah masyarakat menguatkan kembali literasi yang sebelumnya menurun. Maka dari itu dengan adanya Workshop tersebut bisa meningkatkan kembali Semangat komunitas penggerak literasi baik di sekolah maupun di Desa menjadi meningkat.

Hal itu di sampaikan oleh Ketua TBM Saung Diskusi, Sabtu 12 Oktober 2024. “Kami mengharapkan dari kegiatan ini muncul Komunitas Taman Bacaan Masyarakat, Perpustakaan Sekolah maupun Desa yang baru dan yang lama semakin meningkat yang ikut membantu program pemerintah dalam mensukseskan literasi yang berkelujutan, maju dan bermanfaat khususnya di Kecamatan Pakenjeng, umumnya di Kab Garut, yang mampu mengangkat citra positif dan karya nyata Utuk kepentingan bersama”, jelas Husna Mubarok, S.IP.

Jika pemuda/pemudi, guru dan masyarakat di Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut peduli terhadap literasi, maka tingat literasi akan meningkat, maka dari itu, TBM Saung Diskusi akna berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas budaya literasi.

Senada dengan Husna Mubarok, S.IP, Komunitas Penggerak Literasi juga selaku panitia Acara Workshop Rizhan Nurul Falah, S.IP, mengatakan kegiatan ini merupakan langkah awal dan bukti sinergitas antara TBM Saung Diskusi dan pemerintah Kecamatan Pakenjeng juga Pemerintah Pusat dalam upaya peningkatan literasi di Indonesia.

“Tidak ada yang lebih tahu kekayaan budaya Literasi di masyarakat Kecamatan Pakenjeng selain masyarakat itu sendiri. Namun, untuk bisa ke arah sana, harus diawali dengan kesenangan untuk membaca. Dari situ kemudian mulai pelan-pelan dituangkan ke dalam bentuk tulisan yang kongkrit”,

 

Pewarta peri S.