Pemuda Cerdas dan Berorganisasi Kunci Bangun Masa Depan, Tegas Kang Arul Ketua Harian FPPG

Berita, Pendidikan69 Dilihat

 

SINAR PRIANGAN NEWS

Fenomena generasi muda yang terkadang terjebak dalam dua kutub ekstrem hanya fokus pada nilai akademik tanpa pengabdian atau aktif organisasi tanpa bekal ilmu, menjadi sorotan tersendiri bagi Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG). Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian DPP FPPG, J. Choerul Ibad, M.Pd, yang akrab disapa Kang Arul, dengan tegas menyampaikan pandangannya saat dimintai tanggapan oleh awak media di sela-sela kesibukannya, Senin (13/7/2026)

 

Menurut Kang Arul, dunia pendidikan dan organisasi kepemudaan harus dipandang sebagai satu kesatuan utuh yang saling menguatkan.

 

“Dunia pendidikan adalah fondasi utama dalam membentuk karakter, pola pikir, dan masa depan generasi bangsa. Di dalamnya, kita belajar tentang ilmu, nilai, dan makna kehidupan yang menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh,” ujarnya kepada wartawan.

 

Lebih lanjut, dosen sekaligus aktivis pemuda ini mengingatkan bahwa proses belajar tidak boleh berhenti di ruang kelas. Ia menilai, tanpa aksi nyata, ilmu yang diperoleh hanya akan menjadi teori belaka. Di titik inilah, kata Kang Arul, jiwa organisasi mengambil peran vital sebagai laboratorium sosial bagi pemuda.

 

“Organisasi menjadi ruang belajar kedua bagi para pemuda untuk mengasah kepemimpinan, tanggung jawab, solidaritas, serta kepekaan sosial. Jika pendidikan membentuk intelektual, maka organisasi membentuk mental dan karakter,” tegasnya.

 

Saat ditanya lebih jauh mengenai keseimbangan antara keduanya, Kang Arul secara blak-blakan mengkritik kecenderungan pemuda yang memilih salah satu sisi secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa keduanya bersifat komplementer dan tidak bisa dipisahkan.

 

“Pemuda yang berpendidikan namun tidak memiliki jiwa organisasi akan kehilangan arah dalam pengabdian. Sebaliknya, pemuda yang aktif berorganisasi tanpa dasar pendidikan yang kuat akan kehilangan pijakan dalam berpikir. Maka, perpaduan antara pendidikan dan organisasi adalah kunci lahirnya generasi yang cerdas, berintegritas, dan berdampak,” tandasnya dengan nada mantap.

 

Di akhir perbincangan, Kang Arul menyampaikan ajakan mendalam kepada seluruh pemuda Garut agar tidak ragu mengintegrasikan kedua hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menegaskan komitmen FPPG untuk terus mendorong lahirnya kader-kader yang berimbang.

 

“Mari kita jadikan pendidikan sebagai landasan, dan organisasi sebagai wadah pengabdian. Karena dari tangan pemuda yang terdidik dan terorganisir, masa depan bangsa akan dibangun dengan penuh kesadaran, semangat, dan tanggung jawab,” pungkas Kang Arul saat memberikan keterangannya kepada awak media.

 

Sebagai informasi, FPPG atau Forum Pemuda Peduli Garut saat ini terus aktif melaksanakan program pembinaan kepemimpinan dan pendampingan pendidikan di sejumlah kecamatan di wilayah Garut, sebagai wujud nyata dari sinergi yang ia gaungkan.

 

 

Pewarta:

**Redd**