PD ‘Aisiyah Garut Gandeng Dinkes dan PERSAGI Untuk Cegah Stunting

Berita305 Dilihat

GARUT – Dalam upaya mencegah stunting, Pimpinan Daerah ‘Aisiyah Garut berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) mengadakan webinar dengan tema “Cegah Stunting dengan Isi Piringku Protein Hewani”,

Beberapa narasumber yang turut hadir, diantaranya yaitu Direktur Bina Kesehatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, Safrina Salim, S.KM, M.Kes, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Tri Cahyo Nugroho, Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Warsiti, S.Kp, M.Kep, Sp. Mat, dan Ketua Persatuan Ahli Gizi Garut, Lili Gazali, SP, M.Si.

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman mengharapkan dengan seminar ini, ada rekomendasi yang harus dilakukan oleh pemerintah agar masyarakat bisa mengonsumsi makanan yang bergizi, khususnya yang mengandung protein hewani.

“Dan tentu untuk ahli gizi ini dari Persagi (ada) tantangan bagaimana menghidangkan (atau) membuat ibu-ibu kita itu ketagihan untuk mengkonsumsi (dan) memberikan anak-anaknya juga makanan-makanan yang berprotein hewani,” katanya.

Helmi juga mengatakan, bahwa masalah ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Khususnya di sektor produksi agar masyarakat mendapatkan makanan yang bergizi.

“Supaya terjangkau bagaimana, ini juga (menjadi) pemikiran bersama, karena rata-rata sumber protein hewani itu mahal,” ujarnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Tri Cahyo Nugroho menerangkan, bahwa protein hewani harus ada di setiap makanan balita, baik itu telur, ikan, ayam, atau produk olahan daging lainnya seperti sosis dan nugget.

baca juga: Sekdis DPMD Garut Tekankan Pentingnya Netralitas dan Tertib Administrasi di Pilkades Serentak

Tri menyebutkan, dua hal penyebab stunting, yaitu kekurangan asupan gizi dan sakit, di mana kurangnya asupan gizi berkelanjutan akan menyebabkan stunting.

“Yang kekurangan gizi dalam waktu lama akan menjadi stunting seperti ibu hamil, anemia, ibu hamil kurang gizi, maka yang dikandungnya akan menjadi stunting saat lahir atau bayi berat lahir rendah,” jelasnya.

Setelah sebelumnya mengadakan program TOSS (Temukan, Obati, Sayangi balita Stunting) yang terbukti menurunkan stunting di Kabupaten Garut, dr. Tri menyatakan, di tahun 2023, pihaknya memiliki tambahan program yang berfokus kepada ibu hamil dengan gerakan ibu hamil sehat bersalin di Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).

baca juga: Wabup Garut Tanggapi Wacana Masa Jabatan Kades 9 Tahun

“Pada saat webinar ini ada rilis data SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) dari Pusat Kementerian Kesehatan merilis bahwa stunting untuk Indonesia turun, Jawa Barat turun dan untuk Kabupaten Garut turun signifikan dari 35,2 menjadi 23,6,” jelasnya.