Sinarpriangan News– Patung Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN) dirancang oleh maestro seni patung I Nyoman Nuarta. Awalnya berwarna hijau, saat ini tampak gelap karena belum teroksidasi. Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Patung ini memiliki bentangan sayap 177 meter dan tinggi 77 meter, terbuat dari baja dan tembaga
Reaksi masyarakat terhadap warna gelap patung Garuda di IKN beragam. Banyak yang terkejut karena desain awalnya berwarna hijau, sementara yang terpasang kini tampak gelap. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa warna gelap ini akan berubah menjadi hijau tosca setelah proses oksidasi, mirip dengan Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Beberapa warganet mengomentari perubahan ini dengan skeptis, namun ada harapan bahwa warna akhir akan sesuai dengan desain awal.
Menurut Otorita IKN, proses oksidasi pada Istana Garuda di IKN akan memakan waktu sekitar dua tahun. Setelah itu, patung Garuda raksasa ini diharapkan akan menjadi ikon baru yang indah di IKN dengan warna hijau tosca yang menawan.
Tidak ada informasi spesifik mengenai cara untuk mempercepat proses oksidasi pada patung Garuda IKN. Proses oksidasi ini diharapkan berlangsung alami dan mirip dengan yang terjadi pada Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, yang memakan waktu sekitar dua tahun. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa kondisi oksidasi di IKN akan mengikuti proses yang sama, sehingga tidak ada metode yang disebutkan untuk mempercepatnya


Pewarta Said dani





