Ketua DPW PWDPI :KPU dan Petugas PPS Berani Sulap Suara Siap-siap Masuk Penjara

Ketua DPW PWDPI, Hadie Chandra, membeberkan jika sudah menjadi rahasia umum saat pemilu bannyak oknum yang memperjual belikan suara

Lampung,Sinarpriangan News

Maraknya informasi terkait dugaan akan ada kecurangan pihak sejumlah oknum Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW ) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), Hadie Chandra angkat Bicara.

Ketua DPW PWDPI, mengatakan jika pada pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) ada oknum yang diduga akan melakukan kecurangan pihak akan mengerahkan para anggota PWDPI untuk mengawasi dan melaporkan kejadian tersebut kepihak aparat penegak hukum serta siap-siap masuk penjara.

“KPU dan Petugas PPS Berani Sulap Suara Siap-siap Masuk Penjara,”tegasnya saat diwawancarai sejumlah awak media pada Senin (5/2/2024).

Ketua DPW PWDPI, Hadie Chandra, membeberkan jika sudah menjadi rahasia umum saat pemilu bannyak oknum yang memperjual belikan suara untuk kepentingan kepala daerah maupun calon legislatif agar duduk dikursi parlemen.

“Saya juga sudah dapat masukan dari sejumlah narasumber jika pihak oknum KPU hingga PPK dan PPS di Kabupaten Lampung Tengah sedang merencanakan kecurangan dalam pelaksanaan pemungutan suara. Mereka akan atur suara tergantung pesanan,”ungkapnya.

Oleh karena itu, Ketua DPW PWDPI menghimbau anggota PWDPPI serta masyarakat agar ikut serta mengawasi pemilu hususnya dikabupaten Lampung tengah.

“Jangan sampai kejadian mantan KPU Lampung tengah almarhum Hendra Fadilla terulang lagi. Meninggal dunia dipenjara karena tersandung hukum melakukan kecurangan saat pemilu.,”katanya.

Ketua PWDPI Lampung juga menghimbau kepada KPU se Lampung harus netral dan jangan sampai memihak calon yang diduga telah menerima uang titipan dari para calon legislatif.

“Jangan cidrai perta demokrasi ini dengan hal-hal tidak baik. Sebab momentum pemilu adalah salah satu sarana memilih para pemimpin untuk lima tahun kedepan serta menentukan pemimpin terbaik serta masa depan kehidupan bangsa,”pungkasnya.

 

Pewarta:

Cucu Ali