SINAR PRIANGAN NEWS
Garut, Senin 29 Juni 2026 – Masyarakat Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, kini bernapas lega. Kelompok Tani “Lemah Cai” secara resmi memulai pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi yang bersumber dari Kementerian Pekerjaan Umum,Direktorat Jendral Sumber Daya Air.
Proyek yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini bertujuan untuk merevitalisasi jaringan irigasi tersier di kawasan Lewibitung, yang selama ini menjadi tulang punggung pertanian warga setempat.
Kegiatan yang menelan anggaran sebesar Rp195.000.000 (Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah) ini ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kalender. Kehadiran program ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para petani, karena dinilai mampu menjawab keluhan lama mengenai sulitnya akses air bersih untuk lahan pertanian, terutama saat musim kemarau tiba.
Upaya Nyata Tingkatkan Produktivitas Lahan
Ketua Kelompok Lemah Cai, Budi, saat diwawancarai awak media di sela-sela pendampingan tim teknis di lokasi proyek, menyampaikan rasa syukur dan komitmennya terhadap keberhasilan program ini. Menurutnya, program ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi adalah investasi jangka panjang bagi keberlanjutan sektor pertanian di Desa Mulyajaya.
“Kami sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian. Program ini adalah jawaban atas perjuangan kami selama bertahun-tahun. Jaringan irigasi yang rusak parah membuat biaya produksi petani membengkak karena harus menyewa pompa air. Kini, dengan perbaikan total ini, kami optimis biaya operasional bisa ditekan dan hasil panen meningkat signifikan,” ujar Budi dengan penuh harap saat ditemui di Lewibitung, Senin (29/6).
Pekerjaan yang akan dilaksanakan mencakup pembangunan saluran primer, perbaikan pintu air, serta normalisasi saluran pembuangan. Metode pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan tenaga kerja lokal setempat, sehingga selain memperbaiki infrastruktur, program ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan menggerakkan roda ekonomi desa.
Resonansi Positif dari Warga Masyarakat
Salah seorang petani yang lahannya berada di area aliran irigasi, Asep, mengaku sangat senang dan merasa terbantu. Menurutnya, selama ini ia dan petani lainnya harus bergantian mengambil air di malam hari karena debit yang tidak mencukupi.
“Alhamdulillah, ini adalah berkah yang sudah kami nanti-nantikan. Biasanya kalau air susah, kami harus rebutan dan sering bertengkar antar sesama petani. Mudah-mudahan dengan perbaikan ini, air bisa merata ke semua sawah, kami pun bisa rukun kembali,” ungkap Asep dengan nada gembira sambil menunjuk areal persawahannya yang mulai kering.
Hal senada disampaikan oleh Ida, seorang ibu rumah tangga yang suaminya berprofesi sebagai petani. Ia berharap agar proses pengerjaan dilakukan dengan kualitas terbaik dan diawasi secara ketat agar hasilnya bisa bertahan puluhan tahun ke depan.
“Kami titip pesan kepada bapak-bapak pekerja dan pengawas agar dikerjakan dengan benar, cor-corannya kuat, jangan asal jadi. Ini kan uang negara yang besar, harus bermanfaat untuk anak cucu kami nanti. Kami warga siap mendukung dan menjaga fasilitas ini setelah jadi,” pesan Ida dengan tegas.
Komitmen Tepat Waktu dan Target
Budi selaku ketua kelompok menambahkan bahwa seluruh proses pekerjaan akan diawasi secara kolaboratif oleh tim teknis dari dinas terkait dan perwakilan warga untuk menjaga kualitas dan menghindari penyimpangan. Target utama program ini tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan indeks pertanaman (IP) dari yang sebelumnya hanya 1-2 kali setahun menjadi 3 kali setahun, serta peningkatan kesejahteraan petani di Desa Mulyajaya.
“Dengan durasi 90 hari, kami akan kejar target penyelesaian tepat waktu, bahkan jika cuaca mendukung kami usahakan lebih cepat. Kami ingin masyarakat segera menikmati air mengalir di sawah mereka sebelum musim tanam berikutnya,” tutup Budi saat mengakhiri wawancara dengan awak media.
Dengan dimulainya proyek perbaikan irigasi ini, diharapkan produktivitas pertanian di Desa Mulyajaya dapat meningkat drastis, mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah pusat, kelompok tani, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur pedesaan yang berkelanjutan.
Pewarta:
H. Mubarok





