SINAR PRIANGAN NEWS
Bencana kebakaran melanda sebuah rumah panggung di Kampung Ngamplang RT 05 RW 02, Desa Cibodas, Kecamatan Cikajang, pada Rabu, 2 September 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Rumah tersebut diketahui milik Emak Nonok, seorang lansia tunggal berusia 78 tahun yang tinggal sebatang kara.
Saat kejadian berlangsung, Emak Nonok sedang berada di dalam rumah. Beruntung, warga sekitar bertindak sigap dan berhasil mengevakuasinya ke tempat aman sebelum api membesar. Emak Nonok sendiri merupakan penyandang disabilitas low vision (gangguan penglihatan) sekaligus memiliki keterbatasan pendengaran, sehingga membuat kondisi darurat tersebut semakin sulit baginya.
Yang memprihatinkan, berdasarkan penelusuran yang dilakukan, nama Emak Nonok tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN). Akibatnya, ia tidak menerima seluruh komponen jaring pengaman sosial dari pemerintah pusat, seperti PKH Lansia, bantuan sembako, BLT kesra, maupun kepesertaan BPJS PBI. Padahal, dua tahun lalu Emak Nonok masih tercatat sebagai penerima semua komponen bansos tersebut.
Informasi ini diverifikasi langsung kepada Pak Aceng Ahmad Khotib, Ketua Tim SDM Program Keluarga Harapan Jawa Barat, serta operator SIK-NG Desa Cibodas. Selain itu, pengecekan melalui aplikasi Cek Bansos juga menegaskan bahwa nama Emak Nonok sudah tidak masuk dalam basis data penerima manfaat.
Pada Kamis, 3 September 2026, bersama Kang Dida Komara (Ketua PAC PDI Perjuangan Cikajang), Pak Asep Komarudin (Sekretaris Desa Cibodas), serta jajaran ranting PDI Perjuangan Cibodas, dilakukan kunjungan langsung ke tempat Emak Nonok yang saat ini mengungsi di kediaman kerabatnya.
Selaku wakil rakyat, saya menyerahkan bingkisan sembako dan santunan uang tunai sebagai bentuk kepedulian awal. Namun, solusi jangka panjang sangat dibutuhkan. Pemerintah Kabupaten Garut diharapkan mengoptimalkan kolaborasi pendanaan dari CSR perusahaan dan BAZNAS untuk membantu pembangunan kembali rumah Emak Nonok, mengingat alokasi anggaran bahan bangunan di Dinas Perkim Garut yang senilai Rp500 juta telah lama habis. ” Ujar Yudha
Emak Nonok adalah salah satu warga Garut yang paling rapuh. Sebatang kara, menyandang disabilitas, dan kini kehilangan tempat tinggal, ia justru tidak mendapatkan pemenuhan penyelenggaraan kesejahteraan sosial baik dari pemerintah pusat maupun pemkab Garut. Kondisi ini menjadi cermin nyata bahwa negara harus hadir dan segera memberikan solusi konkret bagi warga negaranya yang paling rentan.
PEWARTA:
Ujang Bahar





