GEMA BSP Kepung DPRD Garut: Rp2,5 M Cair 2026, Jalan 41 Km Wajib Beres 2027!

Poin utama yang menjadi sorotan adalah komitmen tegas penyelesaian total ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy pada tahun 2027

Berita30 Dilihat

 

SINAR PRIANGAN NEWS

 

Suasana gedung DPRD Kabupaten Garut memanas, Kamis (20/8/2026). Ratusan massa dari Gerakan Masyarakat Banjarwangi Singajaya Peundeuy (GEMA BSP) mengepung pintu audiensi, menuntut kepastian perbaikan jalan rusak yang sudah bertahun-tahun mengganggu aktivitas warga tiga kecamatan. Kamis 20 Agustus 2026

 

Tekanan massa akhirnya membuahkan hasil. Dalam audiensi yang berlangsung alot dengan jajaran eksekutif dan legislatif, GEMA BSP berhasil mengamankan dua kesepakatan vital: anggaran Rp2,5 miliar untuk penambalan di 2026, dan target mati penyelesaian total 41 kilometer jalan pada 2027.

 

Anggaran Perubahan 2026 untuk Penambalan Awal

 

Koordinator Lapangan GEMA BSP, Alan Muhtar, mengakui hasil yang diraih belum sempurna, namun tetap menjadi kemenangan besar bagi perjuangan warga selama ini. Pasalnya, ruas jalan tersebut sama sekali tidak mendapat alokasi anggaran pada tahun sebelumnya.

 

“Alhamdulillah, perjuangan hari ini membuahkan hasil. Memang belum memuaskan semua pihak, tapi setidaknya ada keberpihakan. Awalnya nol, sekarang di APBD Perubahan 2026 sudah ada Rp2,5 miliar,” ujar Alan di lokasi audiensi.

 

Namun, Alan menegaskan bahwa dana tersebut bukan untuk pembangunan permanen, melainkan langkah darurat berupa penambalan titik-titik kritis agar masyarakat tetap bisa beraktivitas sambil menunggu proses selanjutnya.

 

Komitmen Final: 41 Km Rampung 2027

Poin utama yang menjadi sorotan adalah komitmen tegas penyelesaian total ruas Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy pada tahun 2027. Alan menekankan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar janji manis, melainkan telah dibubuhi tanda tangan dalam berita acara resmi.

 

“Kesepakatannya tegas: 2027, tidak mau tahu, pembangunan harus selesai. Banjarwangi sampai Peundeuy difokuskan untuk tahun 2027. Anggarannya memang tidak disebutkan nominalnya, tapi yang penting 41 kilometer itu selesai dari ujung ke ujung,” tegasnya.

 

Ia menambahkan, sumber pendanaan untuk proyek besar ini akan diusahakan dari berbagai lini, mulai dari APBD daerah, provinsi, hingga bantuan pemerintah pusat. Semuanya difokuskan untuk menuntaskan ruas jalan yang menjadi urat nadi ekonomi warga selatan Garut tersebut.

 

Berita Acara Jadi Pegangan Masyarakat

 

Bagi GEMA BSP, adanya berita acara yang ditandatangani bersama adalah senjata utama untuk mengawal janji politik ini. Alan mengingatkan agar pemerintah daerah tidak kembali mengulur waktu atau mengalihkan anggaran.

 

“Ini sudah tercantum hitam di atas putih. Bukan sekadar omongan. Tahun 2027 selesai, dari ujung sampai ujung. Masyarakat akan terus mengawal setiap prosesnya,” pungkasnya.

 

Dengan adanya ultimatum 2027, rakyat Banjarwangi, Singajaya, dan Peundeuy kini menunggu bukti nyata. Komitmen ini akan menjadi ujian bagi pemerintah daerah: apakah aspirasi rakyat selatan Garut benar-benar menjadi prioritas, atau sekadar catatan administrasi di atas kertas.

 

 

 

 

 

**Redd**