SINAR PRIANGAN NEWS
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Garut Tahun 2026 di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Sabtu (15/8/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Garut menegaskan bahwa pengukuhan Paskibraka bukan sekadar seremoni, tetapi memiliki makna penting sebagai bentuk peneguhan tanggung jawab, kehormatan, dan loyalitas sebagai generasi muda serta warga negara Indonesia.
“Dengan isi kehormatan yang akan dinyatakan dalam pengukuhan, sebab yang penting adalah pengamalan hakikat hak-hak secara praktis dalam perbuatan sehari-hari,” tegas Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin.
Ia menekankan bahwa kode kehormatan yang diikrarkan harus menjadi komitmen yang tertanam kuat dalam diri setiap anggota Paskibraka dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan kukuhnya kode kehormatan dalam jiwa setiap insan putra Indonesia akan tumbuh tanggung jawab dan rasa loyalitas tugasnya pada Ibu Indonesia sampai akhirnya,” lanjut Bupati.
Bupati juga mengingatkan bahwa Dharma Mulia Putra Indonesia yang menjadi kode kehormatan Paskibraka merupakan penjabaran dari nilai-nilai luhur Pancasila. Sebelum pengukuhan, Bupati memandu pembacaan Ikrar Putra Indonesia yang diikuti seluruh anggota Paskibraka.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, menjelaskan bahwa seleksi Paskibraka Tahun 2026 dilaksanakan berdasarkan Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 5 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 mengenai Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan melalui aplikasi Transparansi Paskibraka di bawah pengawasan BPIP. Dari proses tersebut, terpilih 35 peserta untuk bertugas di tingkat Kabupaten Garut serta dua putra-putri terbaik yang mewakili Kabupaten Garut di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Nurrodhin berharap pendidikan dan pelatihan Paskibraka dapat membentuk generasi muda yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, bertanggung jawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.





