Anis Baswedan Deklarasi Tentang Kemerdekaan Pers Dan Capres Cawapres

Pemerintahan452 Dilihat

Jakarta,Sinarpriangan News 

Dalam acara deklarasi kemerdekaan pers, capres dan cawapres 10 februari 2024 live di tv pool media group dan live di YouTube dewan pers official. ( Senin 12 Januari 2024)

terlihat hanya Anis Baswedan yang hadir ke acara deklarasi kemerdekaan pers sementara Ganjar Pranowo mengikuti zoom karna masih ada di Semarang dan Prabowo diwakilkan kepada tim suksesnya dikutip dari YouTube dewan pers official sebagai sumber.

Kemerdekaan pers adalah pilar ke 4 demokrasi di Indonesia ini perlu dijaga karna kekerasan terhadap pers semakin meningkat perlu komitmen dari capres cawapres jika terpilih nanti bisa berkomitmen untuk menjamin terhadap kemerdekaan pers nasional.

Acara ini dihadiri setiap instansi bapa Kapolri yang mewakili ,panglima TNI yang mewakili ,mentri komunikasi dan informasi, tokoh tokoh pers ,para jurnalis dan juga banyak lagi yang hadir di acara ini .

Dalam pernyataan Anis Baswedan, beliau memaparkan
“Pertama kami menyampaikan terimakasih untuk dewan pers ,ini adalah kesempatan kita untuk menjaga demokrasi berjalan dengan baik dan saat ini kita sedang menjalankan demokrasi ,bila sebuah tempat disebut demokratis demokratis. Menurut David coles lebih dari 650 devinisi,jika kita bicara demokrasi berarti kita bicara depinisi yang berbeda , kita sederhanakan demokrasi bukan menurut David coles itu ada 3
1.adanya pemilu , lakasanakan dengan jujur dan adil dengan transparan dan reguler
2.adanya ruang untuk expresi oposisi
3.adanya kebebasan untuk bicara kebebasan untuk mengungkap pandangan di dalam sebuah negara”

Jika bicara yang ke tiganya maka media punya peranan yang sangat mendasar untuk menjaga itu dan kami kami yang ada dipemerintahan memiliki tanggung jawab dalam sebuah demokrasi untuk menjaga agar ke 3 ruang ini terjaga lebih baik” tuturnya

Anis baswedan juga menambahkan ” kami juga mendengar yang disampaikan ketua dewan pers Bu Ninih dibagian akhir dalam sambutannya ,tentang perlunya dukungan sistematik pada pers ,lindungi ,kekerasan terhadap pers ,baik kekerasan ancaman fisik untuk jurnalis atau ancaman digital yang digunakan oleh media ”

Kami berdiskusi dengan teman teman media yang ada di daerah merasakan itu, jauh lebih banyak mengalami daripada dijakarta dua hal tadi tentang kekerasan dua serangan terhadap sistem digitalnya menurut AJI (aliansi jurnalis indivenden) pada tahun 2023 tahun kemarin, jumlah kekerasan mengalami peningkatan sebesar 42% dibanding tahun sebelumnya itu yang terlaporkan apalagi yang belum terlaporkan, dan kami menegaskan komitmen untuk menjaga kebebasan pers ini “Tandasnya

Dengan kata kata bijak Anis Baswedan mengingatkan ” yang tidak bisa dekelabuhi adalah rekam jejak ,rekam jejak adalah prediktor terbaik atas prilaku masa depan ,
Bila masa lalunya menekan media ,maka besok akan menekan media ,
Bila masu lalunya mengunci tidak membuka ruang maka besok tidak membuka ruang,
Tapi bila masa lalunya memberikan ruang kepada media ,bekerja dengan baik dengan media ,maka insyaallah akan bekerja baik dengan media ,jadi komitmen lisan bisa dibuat oleh siapa saja ,dokumen yang disodorkan bisa ditanda tangani oleh siapa saja tapi rekam jejak itu adalah fakta yang tidak bisa diubah oleh pernyataan ” .

Selanjutny dengan pernyataan bapak Anis Baswedan calon persiden 2024 banyak hal yang harus kita pelajari tentang kemerdekaan pers .

Kemerdekaan pers merupakan pilar negara namun kesejahteraan jurnalis dan ancaman untuk jurnalis menjadi satu masalah di negara kita untuk itu dengan adanya deklarasi kemerdekaan pers bisa tumbuh menjadi lebih baik.

Media merupakan ruang publik untuk mengetahui kegiatan kegiatan demokrasi karna demokrasi merupakan kemerdekaan apapun bentuknya harus diketahui masyarakat banyak .
Semoga kedepannya para jurnalis memiliki dukungan dan perhatian negara yang lebih karna kesejahteraan harus diperhatikan tentunya kemerdekaan pers harus kita jaga bersama.

 

Pewarta:

 

Jihad A M.