PDAM Tirta Intan Garut Targetkan 70 Ribu Sambungan Rumah pada 2026

Berita41 Dilihat

SINAR PRIANGAN – Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut menargetkan jumlah Sambungan Rumah (SR) mencapai 70 ribu pada tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas akses layanan air bersih kepada masyarakat.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, Dadan Hidayatulloh, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan akan dibarengi dengan program penurunan Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air.

“Target kami pada tahun 2026 adalah mencapai 70 ribu sambungan rumah. Bersamaan dengan itu, kami juga menjalankan program penurunan NRW agar air yang diproduksi tidak terbuang sia-sia, baik akibat kebocoran jaringan maupun sambungan ilegal,” ujar Dadan (14/7).

Menurutnya, NRW menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kinerja perusahaan air minum. Semakin rendah tingkat kehilangan air, maka distribusi air kepada pelanggan akan semakin efisien.

Saat ini, tingkat NRW PDAM Tirta Intan Garut berada di angka 33 persen.

Sementara itu, pemerintah pusat menargetkan seluruh perusahaan air minum di Indonesia mampu menekan angka kehilangan air hingga 25 persen.

Untuk mencapai target tersebut, PDAM Tirta Intan Garut menjalin kerja sama dengan Pemerintah Korea Selatan dalam penerapan teknologi pengendalian distribusi air.

“Kami akan memasang berbagai perangkat kontrol di sejumlah titik jaringan distribusi. Teknologi ini memungkinkan kami memantau aliran air secara lebih akurat sehingga kebocoran dapat dideteksi lebih cepat dan kehilangan air bisa ditekan secara signifikan,” jelasnya.

Dadan menuturkan, pemasangan perangkat kontrol tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi titik-titik kebocoran secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, tingkat kehilangan air dapat ditekan dan pelayanan kepada pelanggan semakin optimal.

Melalui kerja sama tersebut, PDAM Tirta Intan Garut optimistis dapat meningkatkan efisiensi sistem distribusi air sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.(bibie Bagja)